WELCOME! Dont forget to follow this blog,

i just sharing info in here especially 'bout science. enjoy

Total Tayangan Halaman

21/06/11

my Life :')


Yap, kehidupan sebenarnya akan kujalani sesaat lagi. Bagaimanapun, waktu akan terus berputar dan berputar, semakin maju ke depan.
Tapi apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi waktu yang terus berjalan ini? Tentu akupun tak mau tergelincir, dan akupun selalu yakin :

1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.
Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya. Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati. Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? Sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih berdetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan aja kan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?
Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang.
Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan? Pasti J
2. Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani kalau aku tetap diam di tempat?
Aku harus segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi….lihat apa yang ada di depan jalan.
Kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di perjalanan. Ya, bisa aja. Namun ada sesuatu yang aku yakin :
3. Daripada hanya berdiam diri, melangkah dan mungkin tergelincir adalah pilihan yang jauh lebih baik! Ada banyak pelajaran di sana.
Bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.
Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang.
Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa :
4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!
Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apa aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…
Aku bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma aku dilahirkan.
Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…
5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!
Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit. Hidup ini adalah pilihan kok. Aku bisa memilih sedih, aku bisa memilih senang. Aku bisa memilih marah, dan aku bisa memilih tenang. Nah, jika…
6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia.
Aku tau memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya, besar titiknya, warna titiknya, bunyi titiknya, rasa titiknya, sinar titiknya. Sinar biasa atau sinar sebuah berlian? Kecil bentuknya, namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…
7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.
Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak.
Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani. Jalan macetpun, kunikmati. Jalan berbatupun, kelewati. Jalan terhalangpun, kulampaui.
Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…
8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik.
Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan kan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya.
Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…
9. Aku belajar dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.
Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar