WELCOME! Dont forget to follow this blog,

i just sharing info in here especially 'bout science. enjoy

Total Tayangan Halaman

11/04/11

AMAZING ACHIEVEMENT

 Usia 14 Tahun Raih Beasiswa S2


Seorang remaja berusia 14 tahun asal Conventry, Amerika Serikat berhasil meraih beasiswa nasional sebesar USD30 ribu atau setara dengan Rp259 juta (Rp8.642 per USD) untuk studi pascasarjana. Anak ajaib bernama Colin Carlson ini tengah menempuh studi sarjana di Universitas Connecticut.
Menurut pihak universitas, Carlson adalah satu dari empat mahasiswa dari Universitas Connecticut yang menerima beasiswa prestisius Truman Scholar, sejak berdiri pada 1975.
Carlson mulai menjalani kuliah di Universitas Connecticut ketika berusia sembilan tahun. Kini, dia menjadi mahasiswa untuk gelar ganda dalam biologi evolusioner serta studi lingkungan dan ekologi.
Selain menerima beasiswa dari Truman Scholar, dia juga merupakan satu dari tiga mahasiswa yang mendapatkan USD7.500 setiap orang dari program beasiswa Barry M. Goldwater. Beasiswa ini diberikan kepada siswa yang merintis karir di bidang matematika, sains atau teknik.
Carlson mengaku berencana mengejar gelar sarjana hukum dan doktor, dan bekerja dalam bidang advokasi lingkungan.


Bocah 13 Tahun Titisan Albert Eisntein


Anak ajaib ini baru berusia 12 tahun ketika menguji teori relativitas Albert Einstein. Kini di usianya yang ke-13, Jacob Barnett, direkrut menjadi peneliti bayaran di Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI).
Bocah asal Hamilton County, Indiana, Amerika Serikat, ini membuat para profesor universitas terkejut karena kecerdasannya. Saat berusia 12 tahun, Jacob menguji teori relativitas Einstein dan merekam analisanya dalam memperluas teori tersebut.
Sang ibu Kristine Barnett, yang tidak yakin apakah anaknya benar-benar jenius, mengirimkan video Jacob tersebut kepada Institut for Advanced Study di Universitas Princeton, New Jersey. Jacob sendiri memiliki IQ 170, lebih tinggi dari yang dimiliki Einstein.
Profesor astrofisika dari Institut ini, Scott Tremaine mengonfirmasi keaslian teori Jacob. Dalam sebuah surat elektronik kepada keluarga, Tremaine menulis, “Aku terkesan akan ketertarikannya (Jacob) pada fisika dan matematika yang dia telah pelajari. Teori yang dia kerjakan merupakan soal yang paling sulit dalam astrofisika dan teori fisika. Siapapun yang bisa menyelesaikan soal ini merupakan calon peraih Penghargaan Nobel.” Jacob memang anak ajaib. Sejak usia dini, dia didiagnosis sindrom Aspergers yang merupakan bentuk autis ringan. Saat usia dua tahun, orangtuanya khawatir karena Jacob tidak bicara dan curiga dia abnormal. Ketika Jacob tumbuh, barulah orangtuanya sadar akan kemampuan Jacob yang luar biasa.
Jacob bisa menggambar bentuk geometris yang kompleks dan melakukan penghitungan di atas kertas. Sebelumnya, dia menulis persamaan di jendela rumah. Bahkan pada usia tiga tahun, Jacob mampu membuat 5.000 potongan puzzle. Di usia yang sama, Jacob juga mampu mempelajari peta jalan negara, menandai setiap jalan raya dan mengingat awalan plat mobil.
Pada usia delapan tahun, Jacob meninggalkan SMU-nya dan menjadi siswa kelas astrofisika di Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPIU). Pada usia 12 tahun, Jacob belajar sendiri kalkulus, aljabar, geometri dan trigonometri dalam seminggu. Kini, dia memberikan les kepada teman sekelasnya. Profesornya, John Ross menyatakan penampilan Jacob di kelas sangat ‘mengesankan’.
“Ketika dia bertanya, dia selalu dua langkah lebih depan dari pengajarnya. Semua orang di kelas terdiam. Anak yang kasihan, dia duduk di barisan paling depan, dan mereka hanya dapat melihatnya. Dan dia akan menemui saya pada jam kerja dan mengajukan pertanyaan lebih rinci. Anak-anak seusianya biasanya mempunyai masalah dalam pecahan, dan dia justru membantu teman-temannya,” ujar Ross.
Menurut orang tuanya, Jacob mengalami gangguan tidur di malam hari karena terus melihat angka di kepalanya. Tapi daripada mengeluh, Jacob justru mengubah waktu tidurnya yang kurang hingga mampu membongkar Teori Big Bang. Selanjutnya, menurut Ross, Jacob akan meninggalkan kelasnya dan menjadi peneliti bayaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar