Dirac
kecil tumbuh dan besar di Bristol. Ayahnya yang berasal dari Swiss
bernama Charles lahir di kota Monthey dekat Geneva pada tahun 1866 dan
kemudian pindah ke Bristol Inggris, untuk menjadi guru bahasa Prancis di
Akademi Teknik Merchant Venturers. Ibunya bernama Florence Holten,
wanita yang lahir di Liskeard pada tahun 1878 dan menjadi pustakawan di
kota Bristol. Ayah dan Ibu Dirac menikah di Bristol pada tahun 1899 dan
memiliki tiga orang, anak dua laki-laki (dimana Paul adalah yang lebih
muda) dan seorang perempuan. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA dan
sekolah teknik, Paul Dirac melanjutkan studi di Jurusan teknik elektro
Universitas Bristol pada tahun 1918 untuk belajar menjadi insinyur
teknik elektro. Pilihannya ini diambil berdasarkan anjuran ayahnya yang
menginginkan Paul mendapatkan pekerjaan yang baik.
Dirac
menyelesaikan kuliahnya dengan baik, tetapi dia tidak mendapatkan
pekerjaan yang cocok paska berkecamuknya perang dunia pada saat itu.
Keinginannya adalah pergi ke Universitas Cambridge untuk meperdalam
matematika dan fisika. Dia diterima di akademi St John Cambridge pada
tahun 1921, tetapi hanya ditawarkan beasiswa yang tidak memadai untuk
menyelesaikan kuliahnya. Untungnya dia sanggup mengambil kuliah
matematika terapan di Universitas Bristol selama dua tahun tanpa harus
membayar uang kuliah dan tetap dapat tinggal di rumah. Setelah itu pada
tahun 1923 dia berhasil mendapatkan beasiswa penuh di akademi St John
dan dana penelitian dari Departemen perindustrian dan sains, tetapi dana
inipun belum bisa menutupi jumlah biaya yang diperlukan untuk kuliah di
Cambridge. Pada akhirnya Paul Dirac berhasil mewujudkan keinginannya
kuliah di Akademi St John karena adanya permintaan dari pihak
universitas. Di Cambridge Paul Dirac mengerjakan semua pekerjaan
sepanjang hidupnya sejak kuliah paska sarjananya pada tahun 1923 sampai
pensiun sebagai profesor (lucasian professor) pada tahun 1969. Dirac
membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan beasiswa yang diberikan
pihak universitas untuk kuliah di Cambridge.
Indahnya Fisika
Dirac
menunjukkan kemudian bahwa persamaannya ini mengandung implikasi yang
tidak diharapkan bagi suatu partikel. Persamaannya memperkirakan adanya
antipartikel, seperti positron dan antiproton yang bermuatan negatif,
yaitu suatu objek yang saat ini sudah sangat dikenal di laboratorium
fisika energi tinggi. Menurut teorinya, semua partikel memiliki
antipartikel tertentu yang terkait dengannya. sebagian besar dari
antipartikel ini sekarang telah dibuktikan keberadaannya. Positron dan
antiproton adalah sebagian kecil dari antipartikel yang sudah sangat
dikenal, keduanya dapat berada dalam kondisi stabil di ruang hampa, dan
saat ini digunakan secara luas dalam akselerator penumbuk partikel
(collider accelerator) yang dengannya fisikawan mempelajari fenomena
yang terjadi dalam fisika energi tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar